Review Buku “Gaikokujin No Nooto”

Gaikokujin-No-Nooto
Judul : Gaikokujin No Nooto : Catatan Sang Orang Asing
Penulis : Riana Cahyani (Riri)
Penerbit : Cahya Pustaka
Tahun Terbit : 2015

 

 

Apa yang terpikir di benak Sahabat ketika mendengar Jepang? Negara maju dengan teknologi canggih, bunga sakura, origami, atau negara yang dulu sempat menjajah Indonesia? Untuk yang belum pernah menjejakkan kaki di Negeri Matahari Terbit itu, tentu yang kita ketahui hanya seputar yang di permukaan saja. Untungnya, ada banyak buku yang mengulas perjalanan dan kehidupan di Jepang, salah satunya “Gaikokujin No Nooto : Catatan Sang Orang Asing” yang ditulis oleh Ibu Riri, seorang trainer dan konsultan program pendidikan dasar di Yogya.

Sesuai judulnya, buku ini berkisah tentang pengalaman dan pengamatan Ibu Riri  selama 3,5 tahun menjadi ekspat di Jepang. Tinggal di negara yang ribuan kilometer jaraknya dari negeri sendiri pastinya perlu perjuangan, apalagi Jepang dikenal sangat menjunjung tinggi budayanya. Biarpun Bahasa Inggris sudah masuk dalam kurikulum sekolah, tapi belum tentu mereka mau menggunakannya untuk membantu orang asing yang tersesat di jalan. Topik sehari-hari seperti ini juga diceritakan dalam buku yang berisi 34 judul tulisan ini.

Pendapat dan beragam kisah diramu dengan gaya yang lugas dan ringan. Di satu sisi, membuat kita kagum dengan negara yang luasnya saja hanya 1/53 luas Indonesia, namun di sisi lain, juga membuat kita sadar kemajuan yang pesat ternyata memerlukan pengorbanan yang tidak kalah besar. Salah satu bukti kemajuan itu bisa terlihat dari tingginya tingkat literasi di Jepang. Apa yang membuat Jepang begitu maju dalam hal pendidikan?

 

Sebagai seorang praktisi pendidikan, Ibu Riri beberapa kali membahas bagaimana Jepang mengaplikasikan metode pendidikan yang sistematis dan cenderung terpusat. Materi buku cerita sampai kegiatan pembelajaran bisa sama sekalipun tinggal di wilayah yang berbeda. Dari pengamatan penulis pada pameran karya anak sekabupaten, tidak ditemukan karya dengan gaya yang berbeda. Meski begitu, tetap banyak proyek individu/kelompok dimana anak diminta membuat karya bebas sesuai ketertarikan masing-masing. Lebih lanjut, Ibu Riri menyimpulkan penyeragaman ini dilakukan agar setiap anak memiliki ketrampilan dasar yang sama. Dengan begitu, akan terlihat dimana ketertarikan anak yang sebenarnya. Sebuah pemikiran yang bagus, kan?

Ada lagi nih yang menarik! Jika Sahabat termasuk salah satu penggemar kartun “Doraemon”, pasti sering menjumpai tokoh Nobita langganan dihukum karena tidak mengerjakan PR. Rupanya, yang namanya PR/tugas itu setiap hari pasti ada. Akhir pekan sama artinya dengan PR yang lebih banyak, apalagi liburan. Anak digembleng untuk belajar. Seperti Korea Selatan, di Jepang juga menjamur beragam bimbingan belajar. Apakah sekolah kemudian jadi momok yang menyeramkan? Hmm…uniknya sekolah tetap menjadi tempat yang menyenangkan untuk mereka dimana mereka bisa bertemu dan bermain bersama teman, mengikuti berbagai kegiatan sekolah, mengerjakan proyek kelompok, dan sebagainya. Tapi, di sisi lain, kasus bullying masih menjadi isu serius yang sering ditemukan pada anak-anak sekolah di Jepang. Untuk hal ini, Ibu Riri juga membagikan pendapatnya apa dan mengapa kasus seperti ini marak terjadi.

Jepang dan Finlandia disebut-sebut sebagai negara yang memiliki tingkat literasi tertinggi di dunia. Namun, keduanya mengadopsi gaya pendidikan yang berbeda. Tapi apa yang sama dari keduanya? “Kesungguhan”, saya rasa itu yang menjadi kunci keberhasilan bukan hanya dalam pendidikan tapi di semua aspek kehidupan, dan ini juga yang saya tangkap dari tulisan-tulisan Ibu Riri dalam Gaikokujin No Nooto.

Buku ini cocok dibaca di akhir pekan, yakin deh  bakal punya energi lebih untuk memulai hari Senin yang padat! 😀

*artikel juga dimuat di http://aishaparenting.com/gaikokujin-no-nooto-catatan-sang-orang-asing/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s